6 Agustus 2026 - 21:58
Versi Al-Arabiya soal Kesepakatan Iran-Oman; Rincian dan Syarat Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Media Saudi Al-Arabiya, mengutip sumber-sumber yang disebut mengetahui persoalan tersebut, mengklaim bahwa Iran dan Oman hampir mencapai kerangka pelaksanaan sebuah kesepakatan sementara terkait mekanisme pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Menurut klaim media tersebut, kesepakatan ini dirancang untuk memulai perundingan teknis dan menurunkan ketegangan. Namun, kesepakatan itu disebut belum mendapat persetujuan akhir dari lembaga-lembaga terkait di Iran.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Selat Hormuz, sebagai salah satu jalur strategis terpenting dunia, dalam beberapa bulan terakhir dan seiring perkembangan keamanan di kawasan, telah menjadi pusat konsultasi politik dan diplomatik.

Di tengah meningkatnya tuntutan aktor-aktor regional dan internasional untuk menjamin keamanan pelayaran dan memulihkan lalu lintas normal kapal, spekulasi mengenai tercapainya mekanisme bersama untuk mengelola jalur perairan ini semakin menguat.

Dalam konteks tersebut, media Saudi Al-Arabiya, dalam sebuah laporan yang mengutip seorang sumber tingkat tinggi, mengabarkan kemungkinan diumumkannya kesepakatan antara Iran dan Oman terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. Media itu mengklaim bahwa kesepakatan tersebut dirancang dalam bentuk program sementara selama 60 hari untuk memulai perundingan teknis dan mengatur lalu lintas laut.

Menurut laporan media-media Saudi, seorang sumber tingkat tinggi kepada jaringan Al-Arabiya menyatakan bahwa kesepakatan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz kemungkinan akan diumumkan secara resmi dalam beberapa hari ke depan.

Media tersebut mengklaim bahwa kesepakatan ini disusun dalam kerangka mekanisme sementara selama 60 hari. Tujuannya adalah memecah kebuntuan yang ada dan membuka jalan bagi dimulainya perundingan teknis mengenai pengaturan permanen lalu lintas laut di jalur strategis tersebut.

Berdasarkan laporan ini, dalam kerangka kesepakatan yang diklaim itu, kapal-kapal yang masuk ke Teluk Persia akan melewati jalur pelayaran yang lebih dekat ke pesisir Iran. Sementara kapal-kapal yang keluar akan bergerak melalui jalur yang lebih dekat ke pesisir Oman.

Disebutkan pula bahwa selama masa pelaksanaan kesepakatan tersebut, sejumlah negara kawasan kemungkinan akan terlibat dalam operasi pembersihan ranjau dan langkah-langkah teknis yang diperlukan untuk mengamankan jalur-jalur laut.

Al-Arabiya juga mengklaim bahwa kontak tidak langsung antara Teheran dan Washington melalui para mediator masih terus berlangsung. Kesepakatan sementara mengenai Selat Hormuz disebut sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk menurunkan ketegangan dan menyiapkan ruang bagi perundingan teknis antara pihak-pihak terkait.

Sementara itu, jaringan Al-Hadath juga melaporkan bahwa kesepakatan ini belum mendapat persetujuan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran. Hingga disahkan secara final oleh lembaga tersebut, kesepakatan itu belum dapat dianggap pasti.

Media tersebut juga mengklaim bahwa pengumuman resmi kesepakatan masih bergantung pada proses pengambilan keputusan di dalam Iran.

Klaim-klaim ini muncul ketika sebelumnya Teheran dan Muscat telah mengabarkan adanya beberapa putaran pembicaraan mengenai keamanan dan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, serta berlanjutnya konsultasi di tingkat politik dan teknis.

Namun hingga kini, belum ada pejabat resmi Iran yang mengonfirmasi rincian yang disampaikan media-media Saudi mengenai isi kesepakatan ataupun waktu pengumumannya.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha